Tampilkan postingan dengan label for my beloved family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label for my beloved family. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Agustus 2012

halo bapak :D

dear daddy
no matter where i go in life, who i get married to, how much time i spend with guys, how much i love my boyfriend, you'll always be my number one man.

Senin, 21 Maret 2011

love you mom, always :D

Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu

Seorang anak mendapatkan ibunya yang sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur lalu memberikan selembar kertas yang bertulis sesuatu. Si ibu segera mengelap tangan lalu menyambut kertas yang dihulurkan oleh si anak dan Ibu pun membacanya.

di Kertas itu tertulis ;
OngKos upah membantu ibu :
1) Tolong pergi warung Rp 15.000
2) Tolong jaga adik Rp 50.000
3) Tolong buang sampah Rp 10.000
4) Tolong memebereskan ruangan Rp 25.000
5) Tolong siram bunga Rp 30.000
6) Tolong sapu sampah Rp 35.000
Jumlah : Rp 165.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak sambil sesuatu berdebar-debar di hatinya. Si ibu mengambil sebuah pena dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.
Berikut tulisan Ibu itu :
1) OngKos mengandungmu selama 9 bulan - PERCUMA
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu - PERCUMA
3) OngKos air mata yang menitis karenamu - PERCUMA
4) OngKos kerunsingan keranabimbangkanmu - PERCUMA
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu - PERCUMA
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - PERCUMA

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu". Kemudian si anak mengambil pena menulis 'Telah Dibayar' pada muka surat yang ditulisnya.

Diriwayatkan seorang telah bertemu Rasulullah SAW dan bertanya, "Wahai Rasulullah,siapakah yang paling berhak mendapat layanan baik dariku? "Rasulullah menjawab, "Ibumu" (dan diulang sebanyak tiga kali), kemudian ayahmu kemudian saudara-saudara terdekatmu."


Subhanallah betapa besar kasih sayang seorang ibu sejak mengandung kita selama 9 bulan sampai sekarang ini... seorang ibu tidak pernah meminta balasan atas semua yang telah beliau berikan, tapi apa balasan yang beliau terima dari kita, anak-anaknya ???

Subhanallah... semoga Ibuku senantiasa diampuni dan selalu dalam lindungan dan kasih sayang-Nya. Amin.

I Love U Mom...

*salam hangat dari Hana Zulfia Harimurti, untuk ibuku, Sukrowati Umi Maesyaroh nun jauh disana. "ibu, moga rasa sayang anakmu sampai kesana. mba tau, mba jarang nunjukin di rumah. tapi kalo ibu bisa liat hati mba, you're my number 1 :D"*
*facebook note, 21 Agustus 2009.

love you dad, always :)

Setiap ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup Ayah benar-benar senang membantu seseorang... tapi ia sukar meminta bantuan.

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..." tidak terlalu mengecewakan" ^_~

Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.

AYAH ITU MURAH HATI.....
Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.... .
Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara...

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya....
Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu....

Ayah akan berkata "tanyakan saja pada ibumu" Ketika ia ingin berkata "tidak"
Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin .
Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi.
Ayah mengatakan "tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya....
Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....
Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah tidak suka meneteskan air mata ....
ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster.... tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

Ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"

Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: "Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"

Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :" Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu....
Ayah bisa membuatmu percaya diri... karena ia percaya padamu...
Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik....
Dan terpenting adalah...
Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Allah SWT, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena dia pun mencintaimu karena cintaNya.

*salam hangat dari Hana Zulfia Harimurti, untuk bapakku, Ceno Harimurti Adi nun jauh disana. "bapak, jarak bukan masalah. sayang bapak ke mba tetep sampe kok :D"*
*facebook note, 21 Agustus 2009.

Sabtu, 19 Maret 2011

30 days photo challenge : Day 2



Day 2 :
A picture of you and the person you have been close with for the longest.


My beloved sister, kalo udah jauh kayak gini baru kerasa kalo cuma dia yang selalu ada.
mau berantem atau engga, kamu partner terbaikku adik :D

Kamis, 11 Maret 2010

penyesalan selalu datang terlambat.....T_T

alright,,sekian lama gx posting...makin berdampak buruk aja terhadap kualitas gaya menulis gw. but, pentingkah??just for enjoy my self, gx terlalu perduli ada orang baca ato gx..hehe

seperti judul yang gw tulis, penyesalan selalu datang terlambat. ada 1 kisah yang menurut gw ngena banget di hati gw dan bakal jadi pertimbangan gw buat jadi ortu kelak. gini ni ceritanya:

suatu hari ada sebuah keluarga kecil. kehidupan mereka cukup mapan. mobil mewah, punya pembantu, menurut gw hidup kayak gitu udah cukup memuaskan banget. Dalam sebuah keluarga kecil itu ada seorang anak yang masih kecil, yang belum bisa tau mana yang bener n yang salah kalo gx diarahin. Nah, kejadiannya bermula ketika suatu hari si anak ni lagi asik main.

Si anak tu ceritanya lagi maen coret2an pake batu gitu, sambil
dijagain ma pembantunya. Eh, gx taunya si anak malah gores-goresin batu itu ke mobil mewah punya bapaknya (ya jelaslah, kali aja di kira tembok ato buku gambar, namanya anak kecil kan belum ngerti), dan hasilnya mobil mewah tu kegores-gores dan baret dimana-mana.

Bapaknya yang tau hal itu langsung naik pitam gitu. marah tiada terkira, tu bapak langsung mukul tangan anaknya dengan tanpa belas kasihan. mungkin niatnya mau
ngasih pelajaran, supaya anaknya tau kalo mobil mewah itu gx boleh digores2...haha. si anak dimarahin, dipukulin, dan ibunya pun cuma diem ngeliatin dengan rasa iba.

lanjut, setelah adegan pemukulan yang dilakukan seorang bapak ke anaknya itu (kalo sekarang pasti Kak seto udah melancarkan kewajiban komisi anak-nya, hehe), sang anak pun nangis, dan dia dihibur ma pembantunya. si anak ( ceritanya nama samarannya A) bilang " mbok, kenapa A dipukul??kan A gx tau ...". Akhirnya, malam itu sang anak tidur ma pembantunya. Malam itu juga, te
rnyata tiba-tiba badan si anak panas tinggi. kontanlah pembantunya lapor ma majikannya, tapi si bapak yang mungkin saat itu masih menyimpan rasa kesal cuma bilang "kasih aja obat penurun panas".

Hal itu pun berlangsung ke beberapa malam berikutnya. si ibu pun bolak balik ke kamar pembantunya buat nengok anaknya, khawatir. Akhirnya, karena takut ada apa-apa si orangtua pun akhirnya bawa anaknya ke rumah sakit buat diperiksa. sang anak udah gx sadarkan diri, dan itulah yang membuat si orang tua bawa anaknya ke rumah sakit.


diperiksalah si anak ma dokternya. setelah diperiksa, si dokter minta buat bicara ma kedua orang tua si anak itu. dokter bilang "dengan berat hati harus saya katakan
bahwa anak bapak harus kami amputasi tangannya, bapak atau ibu silahkan menandatangani suratnya".

Si bapak pun kontan kaget, mendengar apa yang bakalan menimpa buah hatinya itu. "kenapa dok?kenapa anak saya harus diamputasi?apa yang terjadi?" kata bapaknya. "demam tinggi anak bapak ini disebabkan luka pada tangannya. luka pada tangannya sudah membusuk, sehingga tiada yang dapat dilakukan selain mengamputasi tangannya, dikhawatirkan jika terus dibiarkan kebusukannya akan menyebar"

Bukan kepalang perasaan kedua orang tua si anak. kaget bukan main. ternyata, apa yang mereka perbuat telah melukai anaknya jauh, jauh, dan jauh lebih dalam.

Ketika si anak bangun usai operasi, dengan melihat tangannya yang udah diamputasi itu, kontan si anak nangis sambil bilang " ayah, ibu, maafin A. A janji gx akan nakal coret-coret mobil lagi. kenapa tangan A dipotong?"




hehe...gw sedih, sekaligus miris bacanya. merinding tiada t
erkira, nyoba bayangin tapi terlalu takut juga. itulah, sebenarnya ini cuma sekedar contoh kecil aja. banyak hal-hal lain yang kadang kita lakukan secara gx sadar dan sepele, tapi justru itu berdampak sedikit mengerikan. ya, mending sih kalo akibatnya kita sendiri yang nanggung, toh itu kan hasil perbuatan kita. tapi, gimana kalo ternyata perbuatan itu malah nyakitin orang lain??wah...dzalim dong??hehe

Tanpa ataupun secara sadar, itu sedikit mempengaruhi pandangan gw terhadap "menjadi orangtua". ternyata, tugas mereka itu sulit. gw mikir, tugas mereka ternyata amat sangat sulit, asli susah. kalo salah didik, masa depan anaknyalah yang bakal jadi taruhan. berterima kasih banget buat kedua orangtuaku, walaupun gw gx merasa gw selalu hidup sempurna tanpa kesalahan, tapi gw sadar bahwa rencana mereka terhadap masa depan gw selalu jauh lebih penting daripada kepentingan mereka sendiri.

Rencana masa depan yang udah mereka susun bwt gw, em
ang kadang berdampak gx adil buat kita pas di usia itu. gw masih inget banget, saat itu pas masih sd kelas 1 lah, ortu gw gx pernah ngasih gw uang buat jajan, dengan syarat gw harus janji bakal jajan di kantin sekolah. alhasil, gw kadang diejek temen2 gw, dikata-katain gx punya uanglah, orangtua gw miskinlah, gx pernah jajan, dan jujur pas saat itu juga gw ngiri ma mereka yang dikasih duit bekel banyak ma ortunya dan bisa jajan apa dan dimana aja. gw ngerasa hal itu gx adil bwt gw, tapi tanpa gw sadari ternyata itu yang membentuk pola pikir gw pas udah seumuran sekarang ini. gw jadi lebih milih hal2 yang lebih penting.

"Tanpa kita sadari, ternyata mereka sudah merencanakan masa depan kita jauh sebelum kita tau apa itu dunia, jauh sebelum kita tau cara berterimakasih kepada mereka, dan jauh sebelum kita tau bahwa yang mereka lakukan itu semata-mata karena sayang sama kita"
(gx termasuk ma kategori ortu pas cerita yang gw ceritain di atas ya..^^)


puisi bwt ortuku dirumah, tidak perduli mereka baca ini at
o gx, tapi yang lebih penting rasa sayang gw yang harus sampai ke mereka


ibu, bapak
ijinkan aku menyesal sekarang
dikala aku belum tau berapa banyak peluh yang kau keluarkan hingga aku jadi sebesar ini

dikala aku belum tau berapa banyak air mata yang telah kau keluarkan atas bentakanku, kesalku, umpatku, komentarku atas uang jajan yang kurang, dan perilakuku yang selalu membuatmu mengelus dada

dikala aku belum tau berapa banyak hartamu yang selalu kau jual hanya untuk menutupi uang sekolahku
dikala aku belum tau seberap
a besar hal yang kau lakukan, rela kerja lembur hanya untuk memandangku cantik saat lebaran tiba
dikala aku belum tau betapa laparnya engkau ketika uang makanmu harus engkau relakan untuk anakmu yang kekurangan uang di rantauan sana
dikala aku belum tau berapa banyak doa yang setiap shalat kau panjatkan, dengan ribuan dzikir dan air mata mohon ampun karena merasa salah dalam mendidikku


Aku mohon dengan sangat

ibu, bapak
ijinkan aku menyesal sekarang

dikala aku belum bisa memperhatikan banyaknya raut di kening ketika melihat kartu bayaran SPP dan BOP ku tiap semester

dikala aku belum tau apa yang engkau lakukan tidak pernah untuk membuatku berjalan ke arah yang salah
dikala aku belum paham betapa selama ini, begitu banyak hal yang kau lakukan, ternyata karena semata-mata engkau sayang padaku


ibu, bapak ijinkan
aku menyesal sekarang

walaupunku tau engkau takkan pernah membuat semuanya terbongkar kepadaku

peluhmu, kesalmu, air matamu, hartamu, lelahmu, sakitmu, sayangmu, bahkan darahmu yang takkan pernah kau tunjukkan seberapa besar itu telah dikorbankan untukku

kuingin menyesal sekarang

sehingga aku tau betapa sangat besar yang kukorbankan untukku

sehingga aku tau betapa sangat besar rasa sayang yang ingin kau tunjukkan untukku

sehingga aku b
enar-benar tau, ternyata semua yang engkau lakukan semata-mata untuk merancang masa depan yang indah untukku.